Showing posts with label Kajian Mama. Show all posts
Showing posts with label Kajian Mama. Show all posts

Aplikasi Checklist Amalan Harian Seorang Muslim

Bismillah,

Assalamu'alaykum wa rahmatullah wa barakatuh.



Sudah paham belum kalau ternyata hidup kita ini sebenarnya bisa di jadwalkan dalam melakukan kebaikan? Melaksanakan amalan itu akan lebih terasa ghirah (semangat) nya apabila kita tahu ilmunya, dan dikerjakan bersama.

Bersama keluarga,
Teman,
Sahabat.

Siapa saja yang ada di sekitar kita tentunya.

Karena ternyata, kewajiban umat muslim tidak hanya kepada Allah saja (habluminallah) dan pada sesama (habluminannash), namun juga ada kewajiban yang terlewat, yakni :

* Kewajiban terhadap diri sendiri
* Kewajiban terhadap orangtua 
Sudah dibahas sedikit di tulisan saya berikut 


* Kewajiban terhadap anak


Dalam pertemuan kali ini, yang seharusnya adalah pembahasan materi kemarin, adalah edisi pengulangan (alias review). yang ikut benerannya, bisa buka link blognya sahabat saya niih...



Tapi meskipun materi review, bahasannya malah panjang looh... Coba dibaca perlahan yaa...
Semoga bermanfaat.


Kewajiban seorang (akhwat) terhadap dirinya sendiri ada 3, sahabat... Apa saja?

1. Kewajiban Menjaga Tubuh
Karena wanita adalah makhluk yang menyukai keindahan, maka sudah pasti yang ada pada dirinya adalah semunya yang serba indah.
Untuk menjaga keindahan, perlu kebersihan kan yaa...

Salah satu hadits mengenai kebersihan :

 عَنْ سَعْدِبْنِ اَبِى وَقَّاصٍ عَنْ اَبِيْهِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِنَّ اللهَ طَيِّبٌ يُحِبُّ الطَّيِّبَ نَظِيْفٌ يُحِبُّ النَّظَافَةَ كَرِيْمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ جَوَادٌيُحِبُّ الْجَوَادَفَنَظِّفُوْااَفْنَيْتَكُمْ

Artinya :
Sesungguhnya Allah Ta’ala itu baik (dan) menyukai kebaikan, bersih (dan) menyukai kebersihan, mulia (dan) menyukai kemuliaan, bagus (dan) menyukai kebagusan. Oleh sebab itu, bersihkanlah lingkunganmu.
(HR. At - Turmudzi)


2. Kewajiban Menjaga Kesehatan, diantaranya dengan :

Menjaga Pola Makan

Rasululloh sholallahu 'alaihi wassalam senantiasa menjaga pola makan sehari-hari. Karena itu fisik Rosulloh sehat dan tidak pernah sakit, terkecuali saat akan meninggal di usianya yang ke 63 tahun. Karena sebenarnya, perut itu adalah sumber penyakit.

Hadits

الْمِقْدَامَ بْنَ مَعْدِيكَرِبَ رضي الله عنه يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ «مَا مَلأَ آدَمِىٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ حَسْبُ الآدَمِىِّ لُقَيْمَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فَإِنْ غَلَبَتِ الآدَمِىَّ نَفْسُهُ فَثُلُثٌ لِلطَّعَامِ وَثُلُثٌ لِلشَّرَابِ وَثُلُثٌ لِلنَّفَسِ». ابن ماجه

Al Miqdam bin Ma’dikarib radhiyallahu ‘anhu berkata: “Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah seorang manusia mengisi sebuah tempat yang lebih buruk daripada perut, cukuplah bagi seorang manusia beberapa suapan yang menegakkan punggungngya, dan jika hawa nafsunya mengalahkan manusia, maka 1/3 untuk makan dan 1/3 untuk minum dan 1/3 untuk bernafas. 
(HR. Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam kitab Silsilat Al Ahadits Ash Shahihah, no. 2265)

Baca juga tentang Ubah Hidupmu Dari Sekarang Menjadi Lebih Sehat.



Menjaga Pola Tidur

Tidurnya umat Muslim bukan hanya sebagai hak tubuh untuk mengistirahatkan badan, tapi juga untuk mengistirahat organ pencernaan dan mengoptimalkannya. Apalagi istirahat di siang hari saat sedang shaum, maka tidur tetap bisa menjadi ladang ibadahnya umat Muslim.
MashaAllah...

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا

Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat.
(QS. An-Naba : 9)

dan

وَمِن رَّحْمَتِهِ جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لِتَسْكُنُوا فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا مِن فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Dan karena rahmatNya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebagian dari karuniaNya (pada siang hari) dan supaya kamu bersyukur
(QS. Al-Qashahs : 73)



Menjaga Wudlu

Kenapa ini menjadi penting bagi umat Muslim?
Karena menjaga wudhu senantiasa menjaga kita dari hadats. Batalnya wudhu adalah karena kita berhadats. Maka keistimewaan orang menjaga wudhu adalah hatinya senantiasa mengingat Allah subhanahu wa ta'ala.



Olahraga

Islam adalah agama yang seimbang. Selain beribadah (kesehatan psikis), kita juga sangat dianjurkan untuk memperhatikan kesehatan diri sendiri. Ini kewajiban lhoo...ternyata.
Sehari minimal berolahraga 20 menit dengan gerakan yang konsisten (bukan menyapu, mengepel atau berlari mengejar si kecil yaa...) dan ada baiknya mengontrol denyut nadi melalui gadget (jam tangan) agar terpantau.
Bagi yang tidak biasa olahraga, ada baiknya untuk memulai dari yang remeh dan dengan waktu singkat dahulu. Tidak memaksakan, namun ditingkatkan setiap hari.



3. Kewajiban Terhadap Akal
Ini terasa sekali pentingnya, ketika setelah menjadi Ibu rumahtangga yang hanya merutinkan kegiatan harian, seperti memasak, membersihkan rumah, mengurus suami dan anak-anak dan tanpa terasa waktu berputar cepat sekali. Keesokan harinya pun melakukan rutinitas yang sama.

Maka,
Selingilah dengan mempelajari sesuatu setiap harinya.

Sebenarnya ada banyaaakk sekali PR seorang Ibu dalam memenuhi gizi akal ini. Diantaranya :

Mempelajari Al-Qur'an dan hadits
Bisa dengan membaca asbabun nuzul (sebab-sebab) turunnya ayat tersebut atau mempelajari tafsir. Jika membaca saja tidak cukup, maka datangilah majelis-majelis ilmu yang ada di kota sahabat lendyagasshi.
Jika itu juga tidak memungkinkan, ikutilah kelas-kelas online yang saat ini bertebaran di wa group dan telegram.


Utsul Tsalatsah
Ilmu yang mempelajari tentang Allah. Rosulullah dan agama Islam.


Utsul Fiqh
Mempelajari hadits yang terkait dengan ibadah yang kita jalani selama ini. Semua yang kita lakukan sungguh akan dipertanggung jawabkan kelak.

Sabda Rasulullah sholallahu 'alaihi wassalam,

Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba (pada hari kiamat) sehingga ia ditanya tentang umurnya digunakan untuk apa, tentang ilmunya apa yang ia lakukan, tentang hartanya dari mana ia peroleh dan digunakan untuk apa, dan tentang fisiknya mengapa ia menyia-nyiakannya.
(HR. Tirmidzi, dan ia berkata: hadits ini hasan shahih)


Berat?
Tentu. Karena kalau mau masuk syurga, maka kita berlelah-lelah dulu di dunia, baru memetik kenikmatan kelak.



Sirah Rosulullah sholallahu 'alaihi wassalam beserta sejarah sahabat dan para tabi'in
Sejarah akan kembali terulang.
Ustad Budi memaparkan dengan jelas pada ceramah-ceramah beliau mengenai kejayaan umat Islam jaman Rasululloh sholallahu 'alaihi wassalam dahulu. Dan yakin, bahwa sejarah kejayaan Islam tersebut akan berulang pada masa anak-cucu kita kelak (asalkan memegang teguh pada Al-Qur'an dan hadits dalam menjalankan kehidupannya). 



Akidah Akhlak
Beragama Islam adalah agama yang mempelajari keimanan. Dan keimanan adalah sesuatu yang ghaib, yang hanya bisa dirasakan oleh orang percaya pada Nya.


يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لَا يَجْزِي وَالِدٌ عَنْ وَلَدِهِ وَلَا مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَنْ وَالِدِهِ شَيْئًا إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ

Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah.
(QS. Luqman : 33)



Belajar Bahasa Arab
Nikmatnya membaca Al-Qur'an bisa dirasakan ketika kita mengerti arti dari bacaan yang kita baca. Untuk memahaminya, selain mengandalkan tafsir, ada baiknya kita mulai mempelajari bahasa Arab yang kaya (kosa katanya) namun mudah untuk dihapal. Itulah salah satu keajaiban Al-Qur'an.

Baca juga :


Gawz Fikr (Perang Pemikiran)
Ada banyak sekali tokoh Islam jaman sekarang yang karena kepentingan kelompok atau suatu golongan menjadi mengandalkan pikirannya. Padahal untuk memutuskan suatu permasalahan, ada cara dan rujukan yang harus diikuti caranya, agar tidak menimbulkan perdebatan yang berkepanjangan.


Studi Islam Kontemporer
Ada banyak kemajuan yang dialami dunia ini. Belajar dan mengkaji Fikh Islam Kontemporer akan membuat kita yakin akan apa yang kita lakukan dalam menjalankan ibadah.



Fikh Dakwah
Karena berdakwah hukumnya adalah fardhu kifayah (dimana bila sudah ada yang menunaikan, gugurlah kewajiban tersebut), namun para ulama bpendapat bahwa kewajiban itu tergantung dari kemampuan. Selama ia mampu dan berada di lingkungan yang membutuhkannya, maka berdakwalah walau hanya satu ayat.

Allah Ta’ala berfirman,

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” 
(QS. Ali Imron : 110).





Untuk menjaga konsistensi dalam beribadah dan menunaikan seluruh kewajiban kita di atas, diperlukan checklist harian yang biasa disebut dengan Mutaba'ah Harian. Bisa menggunakan versi Jurnal Muslimah namun saat ini bila malas mengisi buku harian, kita bisa memanfaatkan gadget sebagai pengingat dan checklist amalan harian kita ini.

Download di Playstore (nama aplikasi : Amalan Harian Muslimah)

Setelah mencoba banyak aplikasi yang cocok, saya merasa pas dengan aplikasi ini. Karena selain ada jadwal harian mutabaah seorang muslimah, ada haditsnya juga, mengapa kita harus melakukan amalan ibadah tersebut. Karena sebaik apapun amalan tersebut, akan sia-sia bila tidak berlandaskan dalil. Gak mau kaan...susah-susah melakukan, namun tidak ada artinya di hadapan Allah?

Dalil dari Al-Qur'an dan hadits shohih yang terlampir di aplikasi Amalan Harian Muslimah

Checklist Harian Amalan Muslimah :
(bisa ditambahkan bila dirasa perlu)

1. Memperbaiki Hapalan Juz 30
2. Menghapal surat pilihan.
(Al Kahfi ayat 1-10)
3. Sholat wajib tepat waktu
4. Sholat dhuha 4 rakaat
5. Menambahkan Sholat Rawatib
6. Sholat Tahajud
7. Target Tilawah: 1/2 atau 1 juz
8. Sedekah harian tiap pagi (sediakan kencleng harian di rumah)
9. Olahraga 
(minimal 20 menit tanpa henti)
10. Amalan sebelum tidur 
(seperti wudhu, sholat sunnah, bersyukur, memaafkan dan mendoakan orang lain, berdoa sebelum tidur, zikir).



Jadi,
Sudah siap berubah?

Ya,
Kalau tidak sekarang, mau kapan lagi?




Salam hangat,



Berbakti Kepada Kedua Orangtua Berdasarkan Tafsir QS. Al-Israa 23 - 24

Bismillah,

Assalamu'alaykum warahmatullah wabarakatuh.


Jum'at minggu pertama adalah jadwal kami, para Mama yang senang bertholabul ilmi sembari silaturahm untuk berkumpul di salah satu anggota Grup Kajian Mama yang diinisiasi oleh Uni Shona Vitrilia dengan ustadzah Thasya Soegito. Beliau adalah Ibu dari empat orang anak yang berlatar belakang ilmu pendidikan, psikolog dan ilmu komunikasi. Gak heran, bila Uni Thasya sudah berbicara, kami semua ((para audience)) terpukau. Dan mulai banyak pertanyaan ((atau curhat yaa, teh??))



Kajian hari ini dibuka oleh QS. Al-Israa (17) : 23- 24

وَقَضَى رَبُّكَ أَلاَّ تَعْبُدُواْ إِلاَّ إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ
o أَحَدُهُمَا أَوْ كِلاَهُمَا فَلاَ تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ وَلاَ تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلاً كَرِيمًا

"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya  kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sakali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkatan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.
(Q.S. Al Isra' : 23)

Dari ayat ke 23 ini, kita diperintahkan untuk memahami hak orangtua terhadap diri kita ((sebagai anak)) untuk berbakti kepada kedua orangtua atau yang orangtuanya tinggal seorang saja. 


Berbakti di sini bisa ditunjukkan dengan cara :

1. Tidak berkata uffin pada orangtua.
Uffin yang dimaksud adalah berkata "ah" (jika diartikan dalam bahasa Indonesia).

2. Tidak berlaku kasar pada orangtua.
Berkata kasar saja tidak boleh, terlebih lagi berlaku yaa...maka, mulai membiasakan diri untuk berkata perkataan yang mulia, kepada siapa saja, termasuk kepada kedua orangtua.

وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِلْمُؤْمِنِينَ
Dan berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang beriman.
(QS. Al Hijr: 88)

3. Mendoakan kedua orangtua (yang masih ada ataupun telah tiada).
Menyadari bahwa kita berasal dari orangtua kita. Jika tidak ada mereka, maka kita tentu tidak bisa melihat dan merasakan kehidupan. Dan menyadari pula, bahwa bagaimana pun dan apapun kita adalah hasil dari didikan yang ditanamkan orangtua sejak sebelum lahir.

Yakin bahwa dengan dengan berbuat baik pada kedua orangtua, maka keberkahan akan terlimpah pada kehidupan kita. Dan keberkahan ini bisa berbentuk apa saja, tidak terbatas uang. Bisa kelancaran dalam berbisnis, kesholihan anak keturunan, kesehatan, dan lain-lain.


Bagaimana jika orangtua sudah meninggal? Apa yang bisa kita lakukan?


1. Mendoakan kebaikan seperti dalam ayat berikut :


وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي 
 صَغِيرًا    

"Dan rendahkan dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah : "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.
(Q.S. Al Isra' : 24)


2. Mengutamakan Melanjutkan amalan (sholih) yang dilakukan orangtua selama hidup.
Hal kecil saja, 
misalnya : orangtua dahulu sepanjang hidup suka melakukan silaturahm. Maka setelah beliau tidak ada, anak-anak nya lah yang melanjutkan kebiasaan tersebut.


Baca juga :




إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا ۚ فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ الْآخِرَةِ لِيَسُوءُوا وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُوا مَا عَلَوْا تَتْبِيرًا


"Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai."
(QS. Al-Isra' : 7)




Ini yang menjadi pengingat kita yaa, sahabat lendyagasshi.
Dan bagi yang sudah menjadi orangtua, sepertiku...pasti merasakan pengasuhan anak-anak sekarang. Tugas orangtua saat ini adalah membimbing anak-anak menjadi generasi islami yang tangguh, kuat dan bermanfaat.

Bagaimana caranya?
Jadilah orangtua yang senantiasa berbuat kebaikan. Sekecil apapun.
Dan kelak, kebaikan itulah yang akan dicontoh dan dilakukan anak-anak kita.

Semoga resume kajian kali ini bermanfaat.


Wassalamu'alaykum warahmatullah wabarakatuh.




Salam hangat,